Kebahagian Sejati Dalam Islam

Artikel terkait : Kebahagian Sejati Dalam Islam

Kebahagian Sejati Dalam Islam
Bila diibaratkan, hidup itu pohon. Lalu kebahagian dan kenikmatan adalah bunganya. Karena kebahagiaan itu bukan sesuatu yang dibeli. Kebahagiaan itu muncul sendiri saat kita selesai berpayah-payah. Dan juga muncul saat kita sungguh-sungguh bersyukur.

Mari perhatikan Alquran. Di dalamnya
Allah hanya menyebut 2 kali kata kebahagiaan (as sa'adah). Hanya 2 kali.

1. Di dalam surat Hud ayat 105, "Saat hari itu tiba, tak seorang pun bicara kecuali dengan izin-Nya; maka diantara mereka ada yang sengsara dan ada yang bahagia'.

2.  Di dalam surat hud ayat 108, "Dan adapun orang yang bahagia, maka tempat mereka adalah di surga , di dalamnya mereka kekal didalamnya".

Yang satu menjelaskan waktu kebahagiaan sejati (yaitu hari akhir). yang satunya menjelaskan tempatnya, tempat kebahagian yang sejati (yaitu surga).

Lalu kenapa kita menuntut sesuatu yang belum waktunya? Mengapa mencari sesuatu yang bukan pada tempatnya? Lebih baik mempersiapkan untuk waktu itu, untuk tempat itu.


Bunga-bunga bisa berguguran; begitu juga kebahagiaan kita di dunia. Hanya kebahagian hari itu yang tidak pudar, yang tidak ada habisnya.


Artikel Baitul Maal Ahmad Dahlan Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2017 Baitul Maal Ahmad Dahlan - All Right Reserved | Edited By AAN