Makanan dan Kelembutan Hati

Artikel terkait : Makanan dan Kelembutan Hati


Makan adalah kebutuhan jasadiyah kita. Itu sudah jamak kita ketahui. Bahwa tubuh akan melemah akhirnya mudah sakit bila kita tidak makan dalam waktu yang lama. Tubuh akan memberikan sinyal rasa lapar saat kita butuh makan. Namun ternyata makanan itu ada pengaruhnya bagi hati kita. Ruhiyah kita.

Sebagai orang yang beriman, tidak semua bisa dimakan. Ada hal-hal yang dilarang untuk dimakan, yaitu makanan-makanan yang haram.

Allah berfirman dalam Quran Surat Al Baqarah: 168


يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Dalam ayat ini Allah memberi perintah pada kita manusia, untuk makan makanan yang halal. Meskipun Allah mengetahui bahwa kita memang butuh makan. Allah memerintahkan kita makan. makanan yang halal lagi baik.

Imam Ahmad pernah punya qoul. kata beliau, bila mau melembutkan hati yang pertama adalah makanlah makanan yang halal. Beliau tidak minta yang pertama untuk shalat atau amalan yang lain. Namun ternyata adalah masalah makanan.

Jadi kalau sekarang banyak orang ngeyel. Diberi nasehat susah, diberi pelajaran tidak mau. Susah diajak baik sangking kerasnya hati. Mungkin sekali adalah karena makanannya tidak halal.

Hari ini tadi, saat membicarakan masalah ini dengan teman. Ternyata dia juga ada pengalaman. Pernah melihat orang menggendong anak bayi, dan dibawahnya, disampingnya, ada anaknya yang lain mengamuk. Memukul-mukul orang tuanya. Teman saya ini heran, ada anak kecil kok brutal sekali, yang ngajari siapa? dimana bapaknya? Akhirnya dia agak faham. Karena diketahui orang-orang ini makannya adalah hal-hal haram.


Hai sekalian manusia!
makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi
Pengaruh makanan halal terhadap hati kita

Artikel Baitul Maal Ahmad Dahlan Lainnya :

0 comments:

Post a comment

Copyright © 2017 Baitul Maal Ahmad Dahlan - All Right Reserved | Edited By AAN