Waspadai Makna Toleransi Yang Kebablasan

Artikel terkait : Waspadai Makna Toleransi Yang Kebablasan

Waspadai Makna Toleransi Yang Kebablasan

Waspada arti toleransi yang kebablasan - Toleransi, jika yang dimaksud adalah, "menghargai dan menghormati pendapat pihak lain, serta menganggap ada kemungkinan pendapat pihak lain lah yang benar, bukan pendapat yang kita pegang sekarang", maka itu terbatas pada perkara-perkara ijtihadi, semisal qunut shubuh, penentuan awal-akhir Ramadhan, zakat profesi, hukum transaksi MLM, metode dakwah, dan semisalnya.

Toleransi semacam ini, jelas tak berlaku pada perkara-perkara yang menyelisihi dalil-dalil qath'i (tsubut dan dalalah-nya). Apalagi jika jelas-jelas pada agama di luar Islam.

Kita tak mungkin katakan pada penganut agama Yahudi, Nasrani, ataupun penyembah patung, bahwa: agama kita sama-sama benar; agama kita menuju satu tujuan yang sama, hanya caranya berbeda; agama anda mungkin saja benar; dan semisalnya. Tak mungkin, aqidah Islam adalah harga mati.

Perbedaan aqidah adalah perbedaan yang paling tajam dan paling jauh, tak mungkin bisa didekatkan, apalagi dianggap sama. Persoalan beda agama, jauh lebih berat dan dahsyat, dibanding persoalan semisal pembagian bahasan tauhid menjadi tiga, atau menentukan 20 sifat yang wajib bagi Allah ta'ala.

Baca Juga : Hidup Berkah Dengan Sedekah

Jadi, adalah hal wajar jika dalam ceramah-ceramahnya, para ustadz, kyai, dan tuan guru, menyatakan hanya Islam agama yang benar dan selamat, sedangkan yang selainnya itu celaka dan yang mati di atasnya, akan kekal di neraka. Wajar saja, jika khutbah-khutbah Jum'at menjelaskan kekufuran paham semisal: menyamakan semua agama, menganggap Al-Qur'an karangan manusia, atau menganggap Islam tak berhak dan tak layak bicara dalam persoalan-persoalan publik. Wallahu a’lam

Artikel Baitul Maal Ahmad Dahlan Lainnya :

0 comments:

Post a comment

Copyright © 2017 Baitul Maal Ahmad Dahlan - All Right Reserved | Edited By AAN