Ruqyah Sebagai Sarana Kesembuhan; Karena Jin Atau Sakit

Artikel terkait : Ruqyah Sebagai Sarana Kesembuhan; Karena Jin Atau Sakit

Ruqyah; Karena Jin Atau Sakit  karena jin atau sakit

Ruqyah bukanlah pilihan terakhir. Ruqyah adalah pilihan pertama saat kita merasakan gangguan atau tertimpa sakit. Sebagai sarana kesembuhan, ruqyah tidak bisa diremehkan.

Tentang gangguan jin ada banyak tanda; Seperti mudah marah, susah mengendalikan diri (bisa jadi karena belajar ilmu sihir), muncul rasa malas dalam beribadah, berat melakukan puasa, mudah melakukan dosa berulang-ulang, mampu melihat hal yang ghaib (anak indigo; bisa jadi karena jin warisan), selalu was-was, sering ragu-ragu dan sering khawatir.

Bagaimana kita mengobati hal ini? Adalah dengan memohon perlindungan dari Allah. Dengan doa-doa. Dengan ruqyah. Dengan memagari diri; berlepas dari kesyirikan dan bertawakal kepada Allah.

Apa itu ruqyah? sederhananya ruqyah itu adalah mantra. Rasul bersabda; "laaba'sa birruqo ma lam yakun fihi syirqun" tidak dilarang menggunakan ruqyah (mantra) selama tidak ada syirik didalamnya.
jadi ruqyah adalah metode penyembuhan dengan membacakan sesuatu pada yang sakit, akibat dari 'ain (kedengkian orang), sengatan, rasa sakit, bisa, sihir, gangguan jin ataupun kerasukan.

Ruqyah bukan hanya untuk gangguan jin. Namun juga untuk sakit akibat hewan atau karena makanan atau karena sebab lainnya. Karena berdoa juga merupakan ruqyah.

Tata cara meruqyah adalah sebagai berikut:

1. Keyakinan bahwa kesembuhan datang hanya dari Allah. Bukan datang dari yang lainnya.
2. Ruqyah harus dengan Al Qur’an, hadits atau dengan nama dan sifat Allah, dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami.
3. Mengikhlaskan niat dan menyandarkan diri kepada Allah saat membaca dan berdoa.
4. Membaca Surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. Demikian juga membaca surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, Al Kafirun. Dan seluruh Al Qur’an, pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Akan tetapi ayat-ayat yang disebutkan dalil-dalilnya, tentu akan lebih berpengaruh.
5. Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al Qur’an dan doa yang sedang dibaca.
6. Meniupkannya pada bagian yang sakit. atau lewat media seperti air zam-zam, air hujan atau air mineral biasa.
7. Untuk meruqyah diri sendiri adalah dengan mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanan, sambil berdoa bismillah (3 kali), dalam sebuah riwayat seorang sahabat nabi menggunakan dengan membaca alfatihah. atau dalam hadits riwayat muslim dengan membaca;

 أعُوذُ بِالله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ وَ أحَاذِرُ

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti”


Artikel Baitul Maal Ahmad Dahlan Lainnya :

0 comments:

Post a comment

Copyright © 2017 Baitul Maal Ahmad Dahlan - All Right Reserved | Edited By AAN