Tentang Harta Dan Kepemilikan

Artikel terkait : Tentang Harta Dan Kepemilikan

Tentang Harta Dan Kepemilikan

أَلا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَلا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ

"Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya)." 
[QS. Yunus : 55].

Kita dikelilingi oleh hal-hal atau benda-benda yang kita merasa bahwa mereka ini milik kita. Keluarga, pakaian, kendaraan, rumah, tanah, uang dan lain sebagainya. Benarkah demikian?

Kita memang memiliki semua hal-hal itu. Namun kepemilikan kita bukanlah kepemilikan mutlak. Bahkan diri kita ini bukan milik kita. Sebelum kita lahir tanah yang kita miliki sudah ada. Dunia ini sudah ada, sebelum kita lahir.

Dan tentang harta, sering kita lupa. Bahwa kita lahir kedunia ini tanpa memiliki harta apapun. Kecuali apa yang diberikan pada kita. Sehingga kita hidup dengan sewenang-wenang pada apa yang kita miliki dengan selera dan nafsu duniawi kita, bukan sesuai dengan keinginan Pemilik yang sejati, yaitu Allah Yang Agung.

Allah menjadikan dalam diri manusia rasa senang terhadap harta, apapun bentuknya. Allah berfirman; “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia, kecintaan terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik” (Surat Ali Imran ayat 14)

Bagaimana sikap kita terhadap harta:
1. Harta merupakan anugrah dari Allah yang patut disyukuri. Tidak semua orang mendapatkan kepercayaan dari Allah SWT untuk memikul tanggung jawab amanah harta benda. Karenanya, ia harus disyukuri sebab jika mampu memikulnya, pahala yang amat besar menanti.

2. Dan harta juga merupakan ujian. Ia adalah perhiasan kehidupan. Keluarga, anak dan harta adalah perhiasan hidup. Dengannya, hidup menjadi indah. Namun sering kali pesona keindahannya menyilaukan sehingga membutakan mata hati dan membuat manusia lupa pada Allah, serta lupa pada tujuan awal penciptaan perhiasan itu.

"Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah pahala yang besar".  (Surat at-Taghabun ayat 15)

Dan ketahuilah, hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan bagimu, dan di sisi Allah ada pahala yang besar. (Surat Al-anfal ayat: 28)


Artikel Baitul Maal Ahmad Dahlan Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2017 Baitul Maal Ahmad Dahlan - All Right Reserved | Edited By AAN