Kemenangan Asli

Artikel terkait : Kemenangan Asli


Begitu kita terlelap dalam kehidupan..
Tenggelam dalam dunia dan segala pernak perniknya.


Merasa begitu beruntung saat mendapatkan kesenangan, merasa begitu bangga saat mendapatkan prestasi dan kehormatan.


Pun begitu sebaliknya; merasa begitu sengasara saat kesenangan yang didapat itu lenyap, merasa begitu rendah saat tidak memiliki prestasi dan kehormatan di mata manusia.


Kehidupan apakah yang sebenarnya kita bangun? kebanyakan kita mengukur semuanya dengan materi; senang mendapat harta dan bangga mendapat kan kursi. Akhirat itu nomer dua. 


Mendapatkan segenggam dunia membuat kita merasa sukses; merasa meraih kemenangan. Namun kemenangan sesungguhnya bukan lah ini. 


Berikut ini adalah beberapa alasannya:

1. Dunia ini tidak layak, dibanding akhirat; Sangat tidak layak. Satu celupan di akhirat (surga) menghapus semua kemalangan yang dialami orang paling sengsara di dunia. Pun sebaliknya. Satu celupan di akhirat (neraka) menghapus semua kebahagiaan yang dialami oleh orang paling bahagia di dunia. 

2. Dunia ini adalah kesenangan yang memperdaya. Semua ini membuat kita lalai dari Allah. Awalnya kita mencoba menguasai dunia, dan tanpa disadari dunia mulai menguasai (hati) kita. Kalau bukan karena pertolongan dan taufik dari Allah, niscaya kita akan tetap terperdaya (hati kita dikuasai) dunia. 


3. Dunia ini akan kita tinggalkan; kita akan mati. Siapa yang setelah itu dijaga Allah dari neraka dan dimasukkan kedalam surga maka


Allah yang maha baik berfirman dalam Al-Quran Surat Ali imron: 185

"setiap yang bernyawa akan merasakan mati, dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, dia sungguh telah mendapatkan kemenangan. Kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya.” 

Orang yang meraih kemenangan sejati adalah yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kesurga.

Artikel Baitul Maal Ahmad Dahlan Lainnya :

0 comments:

Post a comment

Copyright © 2017 Baitul Maal Ahmad Dahlan - All Right Reserved | Edited By AAN