Artikel terkait :

 RUMAH YANG BAIK



SEJATINYA, setiap orang mengidamkan kebahagiaan hidup berumah tangga. Berkaitan dengan hal itu, Rasulullah SAW berpesan: ada empat indiktor kebahagiaan seseorang, yakni istri  salihah, tetangga  baik, kendaraan  nyaman, dan rumah yang baik.  Bagaimanakah rumah yang baik? Yuk, kita simak yang di bawah ini.

🌷 PESAN Nabi Muhammad SAW tersebut berdasarkan hadis  di bawah ini.

أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ وَالْجَارُ الصَّالِحُ وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيْءُ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاوَةِ الْجَارُ السُّوْءُ وَالْمَرْأَةُ السُّوْءُ وَالْمَسْكَنُ الضَّـيِّقُ وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ

“Ada empat di antara kebahagiaan, yaitu: istri  salihah, tempat tinggal  luas, tetangga  baik, dan kendaraan  nyaman. Ada pula empat kesengsaraan, yaitu: tetangga yang buruk, istri buruk (tidak salihah), rumah sempit, dan kendaraan buruk”. [HR Ibnu Hibban]


🌼 NAMUN, rumah bukanlah sekadar bangunan fisik yang indah dan luas serta dilengkapi dengan aksesori bernilai tinggi serta fasilitas canggih lainnya. Sebab, rumah  adalah wadah kaderisasi dalam melahirkan insan beriman dan beramal salih yang berhias keadaban yang beradab.

🌻 KEUTAMAAN sebuah rumah ditentukan oleh pancaran cahaya keimanan yang menerangi lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, Rasulullah  SAW mengingatkan agar rumah kita jangan menjadi kuburan karena tiada salat dan lantunan Alquran di dalamnya


🌹 RASULULLAH SAW bersabda seperti yang berikut ini.   

   اجعلوا في بيوتِكم من صلاتِكم، ولا تتَّخِذوها قبورًا

“Jadikanlah rumah kalian sebagai tempat salat kalian, jangan jadikan sebagai kuburan” (HR. Al Bukhari , Muslim).


🌸 DALAM hadis lainnya,  Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu menyatakan  bahwa Rasulullah SAW  bersabda seperti yang  di bawah ini.

 لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan Surah Al-Baqarah,”  (HR. Muslim).


🌺 OLEH sebab itu, rumah atau keluarga yang baik  adalah ketika kehadirannya menjadi inspirator, motivator, dan fasilitator kesuksesan orang lain. Orang lain dalam ini adalah anak yatim dan miskin (dhuafa).

💐 HAL itu sesuai dengan pesan hadis yang berikut ini, “Sebaik-baik rumah kaum Muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan baik. Dan seburuk-buruk rumah kaum Muslimin adalah rumah yang menampung anak yatim tetapi diperlakukan dengan buruk.”  (HR Ibnu Majah). 


🥀 PESAN Rasulullah SAW tersebut mengisyaratkan dua hal penting. 

1️⃣ Keberadaan yatim hakikatnya menjadi jalan meraih surga dan  keberkahan. Memuliakan mereka seperti anak sendiri dan memberi makan seperti makanan kita. Sekiranya belum mampu sepenuhnya, kita bisa menanggung sebagian (pendidikan), terutama yang masih kerabat. Ganjaran bagi orang yang menanggung yatim adalah berdampingan dengan baginda Nabi Muhammad SAW kelak di surga. 

2️⃣ Jangan menjadikan yatim sebagai alat pencitraan demi kepentingan pribadi, apalagi mengeksploitasi hak-hak dan hartanya. Orang yang memakan harta yatim tak ubahnya menelan api neraka dan hidupnya akan sengsara di dunia dan akhirat. Meskipun taat menjalankan ibadah ritual, mereka di hadapan Allah tak bermakna dan disebut pendusta agama.


🕋 Yuk kita berdoa

رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ

Rabbi anzilni munzalan mubarakan wa anta khairal munzilin.  Ya Allah berilah kami tempat yang Engkau berkahi dan Engkau adalah Dzat Yang Maha Memberi Tempat yang baik. (QS Al-Mukminun ayat 29)

#bamada #pdlssm

Artikel Baitul Maal Ahmad Dahlan Lainnya :

0 comments:

Post a comment

Copyright © 2017 Baitul Maal Ahmad Dahlan - All Right Reserved | Edited By AAN